Pemandian Air Panas

Previous Next

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

PEMANDIAN AIR PANAS LAU SIDEBUK-DEBUK

Pemandian air panas Lau Sidebuk-Debuk terletak di kecamatan Kabanjahe, tepatnya kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara yang memiliki sumber air panas dengan kandungan belerang dan juga mempunyai pemandangan alam dari gunung Sibayak yang begitu alami karena masih minimnya populasi dan adaptasi budaya yang kental sehingga tempat ini cocok dibuat sebagai objek wisata karena memiliki daya tarik alam. Sumber Mata air panas ini muncul melalui retakan dari aliran lava di daerah selatan lereng gunung api Sibayak yang konon katanya khasiat Air Panas Lau Sidebuk-debuk dipercayai masyarakat setempat dapat menyembuhkan penyakit kulit, rematik, gatal-gatal, jerawat dan biasanya dibuat sebagai pengganti mandi sauna. Pemandian ini banyak dikunjungi turis lokal dan mancanegara. Sensasi khas yang selalu mengundang wisatawan untuk datang ke sini adalah nikmatnya berendam di air belerang yang hangat di tengah suasana dingin gunung Sibayak. Begitu dingin, karena terletak di ketinggian 2.100 m di atas permukaan laut. Panasnya sumber air yang bercampur belerang bersumber dari patahan-patahan aliran lava di lereng gunung api Sibayak bagian selatan.

Taman wisata yang satu ini cukup mudah dijangkau bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Jarak tempuhnya Dari kota Medan kira-kira mencapai 2 s/d 3 jam perjalanan. Pemandian Lau Sidebuk-debuk ini juga bisa dijangkau dari arah Taman Wisata Air Terjun Sikulikap dengan jarak tempuh sekitar 3 km saja. Pemandian air panas ini ramai dikunjungi wisatawan di hari libur nasional tepatnya pada malam hari karena untuk menghangatkan tubuh dari udara pegunungan Sibayak. Seperti kebanyak tempat wisata yang lain banyak fasilitas yang di sediakan untuk para wisatawan. Seperti penginapan dan sewa pakaian untuk mandi, oleh karenanya para pengurus pemandian air panas ini membuka pemandiannya selama 24 jam, walaupun ada juga diantaranya membatasi waktu kunjungan hingga pukul 24.00 Wib.

Pengelolaan air panas itu dilakukan dengan baik oleh penduduk setempat. Pertama, sumber mata air panas ini ditampung didalam kolam. Didekat kolam dibuat sumur dan kotak-kotak kecil sebagai tempat untuk melakukan ritual adat. Sidebuk-debuk merupakan salah satu tempat suci dan keramat terbesar bagi penganut aliran kepercayaan di Tanah Karo. Para penganut kepercayaan itu disebut dengan nama “Kalak Pemena”. Mereka memiliki hari-hari istimewa untuk menjalani suatu ritual sesaji di kawasan wisata Sidebuk-debuk. Diantaranya adalah ritual “Erpangir” berupa mandi bunga untuk membersihkan diri. di Lau Debuk-debuk. Air mandi bunga itu disebut dengan nama “Lau Pangiren”. Isinya adalah jeruk purut, rimo malem atau jeruk biasa, dan bunga rampai. Sebelum melakukan “Erpangir” mereka terlebih dahulu menyerahkan sesajen. Aktivitas ritual adat yang tergolong sangat keramat ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Sidebuk-debuk. Didukung oleh pemandangan alam yang indah serta udara yang segar dan nyaman,

Taman Wisata Sidebuk-debuk memang selalu membawa kesan tersendiri bagi pengunjungnya karena, Selama perjalan ke kolam pemandian mata pengunjung akan di manjakan dengan pemandangan gunung Sibayak dan ladang pertanian milik penduduk setempat, bahkan para pendaki gunung juga banyak menjadikan gunung Sibayak sebagai salah satu tujuan utama dan air panas Sidebuk-debuk sebagai pelepas penat paling manjur. Jadi, tunggu apa lagi bagi para wisatawan yang ingin menikmati pemandian air panas ini...

Previous Next

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berburu Oleh-Oleh di Pajak (Pasar) Buah Berastagi

 

Jika tengah mengunjungi kota Berastagi, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh di Pajak (Pasar) Buah Berastagi. Pasar yang dalam bahasa Medan disebut pajak ini berada di seberang Tugu kota Berastagi (jika dari arah Medan, pasar ada di sebelah kanan tugu Berastagi). Para wisatawan biasanya datang ke pasar ini untuk mencari oleh-oleh khas kota Berastagi.

Memang sih ya, yang namanya traveling kalau bisa jangan sampai masalah oleh-oleh jadi beban. Entah itu dengan alasan biaya, bagasi, ataupun efisiensi waktu. Saya juga termasuk orang yang nggak begitu memusingkan oleh-oleh saat traveling. Jika sedang ada budget dan tidak repot belinya ya beli. Kalau tidak ya tidak meski banyak yang pada minta dibawain oleh-oleh, saya nggak mau ambil pusing atau merepotkan diri buat memenuhinya. Toh kalau mereka bepergian saya juga nggak merengek minta dibawain oleh-oleh.

Tapi mengunjungi tempat yang menjadi pusat oleh-oleh di suatu kota yang kita kunjungi meski tak berniat membeli buat saya cukup mengasikkan dan sayang untuk dilewatkan. Lah, ngapain ke pasar pusat oleh-oleh kalau tak berniat membeli oleh-oleh?! Ya sekedar melihat bagaimana kondisi pasar, bagaimana tipikal penjual/masyarakat setempat. Juga mungkin melihat barang-barang unik yang ada disana.


Pajak Buah Berastagi termasuk unik. Meski namanya Pajak Buah, namun yang dijual beragam. Tak hanya buah-buahan yang ada di pasar ini. Tetapi juga ada baju, aksesoris khas, tas, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Jadi wisatawan bisa memilih oleh-oleh sesuai selera. Mau yang tahan lama dan bisa digunakan, bisa pilih baju, tas, topi rajut, syal, yang khas bertuliskan ‘Berastagi’. Mau yang berupa aksesoris, bisa memilih aneka gelang, gantungan kunci, kalung, dan aksesoris lainnya. Yang berupa hiasan dan barang hasil kerajinan lainnya juga ada.

Kalau mau yang bisa dikonsumsi, ya tentu jawabannya adalah buah-buahan dan sayur-sayuran. Nah kalau mau yang cantik-cantik dan menjadikan halaman rumah jadi lebih indah silahkan beli bunga, biasanya ada di jual di halaman parkir taman Mejuah-Juah yang letaknya di belakang Pajak Buah Berastagi. Di area pasarnya juga ada.

 

Kenapa oleh-oleh Berastagi beragam? Tak melulu baju dan barang kerajinan? Ya karena memang daerah ini dianugerahi dengan tanah yang subur yang menjadikan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani sayur, buah, dan bunga. Jadi di pasar tersebut dijual buah-buahan, sayuran, dan bunga segar hasil pertanian penduduk setempat.

Tapi memang kalau kalian dari luar kota yang jauh, mungkin lebih efektif kalau beli oleh-oleh berupa benda yang bisa dikenakan. Misalnya kamu orang Samarinda, kan merepotkan membawa berkilo-kilo jeruk dari Medan ke Samarinda, selain itu takutnya buah dan sayurnya sudah tidak segar lagi saat sampai di kota asal. Jadi beli buahnya untuk dinikmati saat itu saja. Ini hanya sekedar saran loh ya.

Biasanya yang beli buah, sayur dan bunga itu wisatawan yang datang dari kota-kota yang jaraknya tidak begitu jauh dari Berastagi. Medan misalnya. Apalagi jika wisatawannya ibu-ibu, pasti semangat borong sayuran segar. Saya pernah tuh rombongan ke Air Terjun Sipiso-Piso, pulangnya mampir ke Pajak Buah Berastagi. Kebetulan memang sebagian rombongannya adalah ibu-ibu. Ditunggu-tunggu di bus nggak muncul-muncul hingga lewat waktu yang disepakati. Begitu muncul eh bawaannya udah berplastik-plastik sayuran dan buah. Alasannya katanya supaya nanti begitu sampai rumah bisa langsung masak, nggak perlu belanja ke pasar lagi.

 

Eh iya, di halaman Taman Mejuah-Juah yang letaknya di belakang Pajak Buah Berastagi itu biasanya dijadikan tempat ‘ngetem’-nya sado dan kuda yang menawarkan jasa berkeliling kota Berastagi dengan berkuda ataupun naik becak kuda (sado). Jadi setelah puas berbelanja di pasar ini, wisatawan bisa mencoba untuk naik sado.

Previous Next

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

TONGGING

Tongging merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib kamu sambangi bila berkunjung ke Sumatera Utara. Tongging adalah sebuah desa di kecamatan Merek, Kabupaten Karo, tepat berada di tepian utara Danau Toba. Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari kota Berastagi dan sekitar 3-4 jam dari kota Medan.
Desa Tongging biasa ramai di kunjungi saat akhir pekan dan hari libur. Dalam perjalanan menuju tempat ini, pengunjung disuguhi pemadangan gunung Sipiso-piso. Sesampainya di pintu gerbang kawasan wisata Tongging peserta akan dipungut biaya retribusi sebesar Rp.5000; / orang. Dari gerbang masuk, ada 2 jalur yang bisa dipilih oleh pengunjung. Jalur yang ke kiri akan menuju desa Tongging di tepian danau, dan yang lurus menuju Gardu Pandang Air Terjun Sipiso-piso. Untuk perjalanan yang lebih efektif, sebaiknya memilih jalur yang kearah Gardu Pandang terlebih dahulu, setelah itu melanjutkan perjalanan ke desa wisata Tongging di tepian Danau Toba. Dari Gardu Pandang, pengunjung bisa menikmati indahnya Danau Toba dan Air Terjun Sipiso-piso sekaligus.

Air Terjun Sipiso-piso dari Gardu Pandang

anekawisatabahari.com

Air Terjun Sipiso-piso ini berada di ketinggian 800 mdpl dan tingginya air terjun ini sekitar 120m dan Air Terjun Sipiso-piso merupakan air terjun tertinggi di Indonesia. Kata Sipiso-piso berasal dari bahasa Karo, “piso” yang artinya “pisau”. Hal ini disebabkan air yang berjatuhan di air terjun tersebut tampak seperti bilah pisau.
Jika pengunjung ingin menelusuri punggungan bukit dari Gunung Sipiso-piso ke dasar air tejun, pengunjung tidak perlu khawatir karena sudah disediakan jalur berupa anak tangga untuk menuju dasar Air Terjun Sipiso-piso. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai dasar air terjun ini. Jika tidak ingin turun, pengunjung bisa berjalan-jalan di kawasan Gardu Pandang sambil berfoto-foto dengan background Air Terjun Sipiso-piso dan keindahan Danau Toba. Kawasan Gadru Pandang ini juga dilengkapi pusat oleh-oleh khas, seperti baju kaos bertuliskan Tongging atau Lake Toba dan beraneka cendramata lainnya.

Danau Toba dari Gardu Pandang

oibro.com

Jika sudah puas berkeliling di kawasan Gardu Pandang, saatnya putar haluan dan pastikan anda mengambil jalur kiri yang berada di dekat pintu gerbang masuk seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Untuk menuju desa wisata Tongging, pengunjung akan melintasi rute yang berkelok-kelok di lereng Gunung Sipiso-piso. Pastikan anda berhati-hati saat melewati jalan yang berkelok-kelok ini, jangan sampai cidera karena terlalu asyik melihat keindahan Danau Toba. Berkendara sambil menyusuri jalan yang berkelok-kelok di sepanjang pinggiran bukit menuju Desa Tongging akan memberikan sensasi dan pemandangan yang mempesona.

Jalan yang harus di tempuh menuju Danau Toba

sumutpos.co

Sejauh mata memandang, keindahan alam Desa Tongging yang mempesona dapat memukau dan memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Dari situ pula dapat dilihat indahnya pesona Danau Toba yang memukau melalui ketinggian bukit yang terdapat di desa tersebut. Tak hanya pemandangan yang memukau dan menajkubkan, pengunjung juga dapat berwisata air di tepian Danau Toba. Aktivitas lainnya yang dapat dilakukan di tempat ini adalah memancing.

Desa Tongging

gifarigraphy.blogspot.com

Waktu terbaik berkunjung ke tempat ini adalah pagi hari, karena pengunjung bisa menikmati indahnya sunrise di Danau Toba. Tapi berkunjung di saat-saat lainnya tentu tidak mengurangi keindahan di Danau Toba ini. Perjalanan anda bersama keluarga ke tempat ini akan menjadi perjalanan yang sangat berkesan dan tak terlupakan. Jadi tunggu apalagi, kapan mau mengajak keluarga anda berlibur kesini?

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

PUNCAK GUNDALING BERASTAGI

Gundaling adalah salah satu obyek wisata yang ada di Berastagi, yang berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Brastagi. Tempat ini merupakan salah satu dari beberapa objek wisata yang melengkapi keindahan kota Berastagi yang ada di Sumatera Utara, dan tempat ini juga sangatlah nyaman sebagai tempat rekreasi keluarga dengan memiliki ketinggian 1575 meter dari permukaan laut, pengunjung dapat menikmati panorama gunung berapi Sibayak dan Sinabung.

Lokasi wisata Gundaling ini sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda sebagai tempat rekreasi yang mengasyikan. asal mula kenapa dinamakan "Gundaling", menurut cerita masyarakat setempat, dahulu seorang tentara Negara asing kehilangan sebuah senjata kesayangannya disebuah bukit. Yang pada akhirnya tentara asing tersebut menuliskan sebuah kalimat “Gun Darling” dipuncak bukit tersebut sebagai bentuk ungkapan kesedihannya. Percaya atau tidak, namun begitulah sedikit cerita yang pada akhirnya bukit tersebut dinamakan “Gundaling”. Kini Gundaling dikenal sebagai kota Markisa dan Jeruk Manis di Brastagi yang merupakan daerah yang sejuk serta memiliki hamparan perladangan pertanian yang indah, luas dan hijau.

 

Sebelum menuju bukit Gundaling, tidak ada salahnya kalau pengunjung ingin singgah sejenak di pasar buah yang berada di Berastagi untuk mencicipi segelas air Tebu yang segar. Tebu yang berasal dari pertanian penduduk setempat ini memiliki warna merah kehitam-hitaman serta memiliki rasa yang sangat manis dan segar. Kita dapat membeli dan melihat langsung proses penggilingan dan penyaringan airnya pada saat kita memesannya asik bukan...??? 

 

Sebelum menuju puncak bukit Gundaling, para pengunjung juga dikenakan biaya retribusi yang dipungut oleh pihak pemerintah daerah setempat dipintu loket masuk menuju bukit Gundaling. Berjalan kaki sambil menyusuri puncak bukit Gundaling yang di tumbuhi pohon pinus akan menjadi sensasi tersendiri dan menyenangkan bagi para pengunjung karena pengunjung dapat menikmati udara yang begitu sejuk dan menyegarkan, tidak hanya pohon pinus saja, di sini juga terdapat taman yang banyak ditumbuhi oleh bunga-bunga yang indah serta patung-patung manusia yang mengenakan pakaian adat khas suku Batak Karo. Naah.... Ada lagi ni yang tak kalah seru dan menyenangkan, yaitu menikmati sensasi menunggang Kuda dan Delman untuk mengelilingi bukit Gundaling. Kalau Tertarik menunggangi kuda tersebut pengunjung dapat menyewanya pada penduduk setempat yang memang menyediakan jasa tersebut, dan pengunjung juga tidak perlu khawatir karena pemilik kuda akan terus berada menuntun kita mengelilingi bukit tersebut.

wahhhh..... asik bukan...?? bagi pengunjung yang berkeinginan mengunjungi tempat dengan pemandangan yang hijau nan eksotis...? Sebaiknya anda cobalah untuk mengunjungi bukit Gundaling yang berada di kota Berastagi Sumatera Utara ini...

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

AIR TERJUN SIPISO-PISO

A. Selayang Pandang

 

Air Terjun Sipiso-piso merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Dapat dibilang, mengunjungi desa ini tidak berbeda dengan berwisata ke Air Terjun Sipiso-piso. Secara geografis, Desa Tongging berada di dataran lebih rendah, sementara Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.

Tentang Kami

Kantor Pengadilan Agama Kabanjahe

Jl. Jamin Ginting No. 73 Kabanjahe

Kode Pos 22151

Telepon/Fax (0628) 20503 / 324678

Website www.pa-kabanjahe.net

E-mail pakabanjahe@gmail.com

 

0052717
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
68
222
1117
1534
4987
13787
52717

Forecast Today
144

13.94%
18.85%
3.33%
0.39%
0.12%
63.38%
Online (15 minutes ago):44
44 guests
no members

Your IP:54.198.170.159
Pengadilan Agama Kabanjahe
© 2018 . All Rights Reserved

Pencarian